7 Unsur-Unsur Pendidikan dan Penjelasannya Paling Lengkap

2 min read

Unsur-Unsur Pendidikan – Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sebuah modal dasar untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.

Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan program wajib belajar 12 tahun bagi setiap masyarakat supaya mereka mendapatkan pendidikan yang layak guna mendapatkan pekerjaan ataupun keahlian tertentu.

Sebelum melangkah lebih jauh, yuk cari tahu dulu apa arti dari pendidikan itu sendiri.

Pengertian Pendidikan

Unsur-Unsur Pendidikan dan Penjelasannya

Pendidikan adalah segala sesuatu pengalaman belajar yang berlangsung dalam semua lingkungan dan sepanjang hidup seseorang. Ada banyak sekali sudut pandang untuk mengartikan pendidikan itu sendiri.

Pendidikan bisa diartikan sebagai proses belajar menuju kehidupan yang lebih baik dari hal-hal yang paling kecil hingga yang paling besar dengan cara mentransfer semua ilmu-imu oleh guru untuk mencerdaskan siswa serta memperbaiki akhlak siswa.

Pendidikan merupakan suatu bekal untuk mengejar semua yang cita-cita yang ditargetkan oleh seseorang dalam hidupnya sehingga tanpa adanya pendidikan, maka secara logika semua yang diimpikannya akan menjadi sulit untuk bisa diwujudkan.

Dikutip dari www.infastpedia.net ternyata pendidikan terbagi lagi menjadi beberapa unsur. Unsur-unsur pendidikan inilah yang membuat proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan semestinya.

Unsur-Unsur Pendidikan dan Penjelasannya

Di bawah ini adalah unsur-unsur pendidikan dan penjelasannya yang dapat Anda simak.

1. Subjek

Dalam proses pendidikan, tentu membutuhkan subjek yang nantinya akan dibimbing. Subjek inilah yang biasa disebut dengan peserta didik atau subjek didik.

Nantinya peserta didik akan dibantu untuk mengembangkan dirinya sendiri agar dapat memecahkan berbagai macam masalah yang akan dihadapi selama menjalani proses hidup.

Peserta didik sebagai subjek ini tidak terbatas oleh usia. Selama ia masih menjadi bagian dalam proses pendidikan, maka ia bisa disebut sebagai peserta didik.

Seorang pendidik harus mengetahui ciri khas yang dimiliki oleh peserta didik, misalnya

  • Individu yang mempunyai potensi baik itu dari segi fisik maupun psikis yang khas, sehingga merupakan seseorang peserta didik yang unik.
  • Individu yang sedang berkembang.
  • Individu yang masih membutuhkan banyak bimbingan secara individual dan perlakuan yang manusiawi.
  • Individu yang mempunyai berbagai kemampuan, misalnya untuk mandiri.

2. Pendidik

Pendidik ini adalah orang yang nantinya akan membimbing peserta didik sesuai dengan kewajibannya. Pendidik menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam proses pelaksanaan pendidikan dengan peserta didik sebagai subjeknya.

Peserta didik nantinya akan dibimbing dalam tiga lingkup lingkungan, yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan juga lingkungan masyarakat.

Oleh karena itulah, pendidik tidak hanya terbatas pada guru atau tenaga pengajar saja, tetapi juga orang tua, tokoh-tokoh tertentu, masyarakat, lembaga pelatihan, hingga organisasi.

3. Adanya Interaksi Edukatif

Interaksi edukatif merupakan sebuah interaksi yang terjadi antara peserta didik dan pendidiknya. Melalui interaksi edukatif ini, maka akan muncul komunikasi dua arah antara keduanya demi mencapai tujuan pendidikan.

Tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal dengan cara proses intensif yang memanfulasikan metode, isi, dan juga alat-alat pendidikan.

4. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan menjadi suatu hal yang abstrak dikarenakan nilai-nilai dari pendidikann yang juga bersifat abstrak.

Tujuan pendidikan yang abstrak ini membuat komposisinya menjadi sangat luas sehingga terkadang sulit dilaksanakan dalam kegiatan praktik.

Sedangkan pendidikan dituntut untuk melibatkan peserta didik di berbagai kondisi, tempat, dan waktu dengan bantuan alat tertentu.

5. Materi Pendidikan

Setiap sistem pendidikan dalam sebuah lingkungan formal pasti telah meramu materi pendidikan yang biasa disebut sebagai kurikulum.

Materi pendidikan inilah yang dijadikan sebagai wadah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di dalam kurikulum ini biasanya juga terdapat muatan lokal dan juga pengembangan wawasan kebangsaan.

6. Alat dan Metode

Alat dan metode menjadi salah satu dari sekian banyak unsur-unsur pendidikan. Keduanya bisa diartikan sebagai mata uang yang tidak bisa terpisahkan kedua sisinya.

Alat dan metode ini bisa diartikan sebagai semua hal yang digunakann dan dilakukan secara sengaja guna mencapai tujuan pendidikan yang telah dibuat sebelumnya.

7. Tempat

Dalam menjalankan proses pendidikan tentu saja membutuhkan tempat yang layak. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan pasti memiliki tempat pendidikan yang menjadi wadah proses pendidikan itu berlangsung. Sering kali tempat pendidikan ini disebut sebagai tri pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.

Kesimpulan

Pendidikan merupakan sebuah konsep dasar yang memiliki sifat atau tujuan untuk mengarahkan, membimbing serta membina dari suatu hal yang tidak diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik bagi peserta didik, pendidik ataupun umum.

Dengan adanya struktur, arahan, sarana dan prasarana yang sudah terencana dengan baik diharapkan bisa mendukung proses pendidikan tersebut dan bisa menghasilkan suatu serapan materi yang penting.

Proses pendidikan banyak sekali hal-hal yang terlibat antara lain:

  • Subyek yang dibimbing atau peserta didik.
  • Orang yang membimbing atau pendidik.
  • Hubungan Interaksi antara peserta didik dengan pendidik atau interaksi edukatif.
  • Arah bimbingan yang ditujukan atau tujuan pendidikan
  • Pengaruh-pengaruh yang diberikan dalam proses bimbingan atau materi pendidikan
  • Bagaimana cara yang bisa digunakan dalam proses bimbingan atau alat dan metode yang digunakan..
  • Tempat proses bimbingan berlangsung atau lingkungan Pendidikan.

Itulah ketujuh unsur-unsur pendidikan beserta penjelasannya. Pendidikan memang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan.

Baca juga : Teori Pendidikan

Maka dari itu, tidak heran jika pemerintah sangat fokus dalam meningkatkan angka pendidikan di Indonesia untuk meminimalisir tingginya angka buta huruf, angka anak putus sekolah, dan lain sebagainya.

Memberikan edukasi menjadi kewajiban kita semua sebagai sesama manusia, bukan hanya tugas tenaga pendidik semata.