15 Prasasti Peninggalan KERAJAAN SRIWIJAYA beserta Gambar dan Penjelasan

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya - Sriwijaya merupakan suatu kerajaan yang ada di Sumatera, berdiri megah dan besar serta pernah punya wilayah kekuasaan yang sangat luas di masa keemasannya.

Sriwijaya adalah salah satu Kerajaan Hindu-Budha terbesar di Nusantara, Lokasi Kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang, Kadaram dan Dharmasraya, dengan bentuk Pemerintahan Monarki, dan berdiri pada kisaran abad ke-7 Masehi.

Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berada pada puncaknya saat dipimpin oleh Raja Balaputradewa, yakni Raja ke-5 yang memerintah sejak tahun 835 M hingga 988 M, sebelum akhirnya digantikan oleh Sri Cudamani Warmadewa.

Di masa keemasannya, Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah. Bahasa aslinya adalah Melayu Kuno, Sanskerta dan Jawa Kuno.

Daftar Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya dari Dalam dan Luar Negeri

Cukup banyak peninggalan kerajaan Sriwijaya yang telah berhasil ditemukan seiring berjalannya waktu, dari dulu hingga sekarang. Salah satu bukti bentuk sejarah mengenai informasi kekuasaan kerajaan ini adalah, dengan ditemukannya Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di berbagai daerah.

Bukan hanya Prasasti, tapi juga Candi, Arca, Kitab dan lainnya. Ini membuktikan bahwa Sriwijaya pernah menjadi penguasa Nusantara di zaman dahulu, hingga selalu masuk dalam kurikulum pembelajaran sekolah menengah pertama hingga atas.


Untuk informasi selengkapnya, dibawah ini adalah beberapa Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terkenal dan berhasil ditemukan di berbagai pelosok wilayah di seluruh Indonesia. Simak ulasannya hingga selesai. (By Rapikan.com)

1. Prasasti Talang Tuo

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Pertama yakni bernama Talang Tuo. Prasasti ini bertuliskan tahun 684 Masehi dan ditemukan di daerah Palembang.

Isi Prasasti Talang Tuo bercerita tentang pembuatan taman Srikseta yang dibangun oleh Dapunta Hyang, bertujuan untuk memakmurkan kesejahteraan rakyatnya pada masa kepemimpinannya.

2. Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan Sriwijaya berikutnya bernama Kedukan Bukit. Bertuliskan tahun 683 Masehi dan ditemukan di wilayah Palembang. Bercerita mengenai perjalanan suci Raja Dapunta Hyang dari Minanga Tamwan dengan tujuan mendapatkan Siddhayatra.

Selain itu, isi Prasasti Kedukan Bukit sangat terkenal dengan ceritanya mengenai ekspedisi yang dilakukan, dengan mengikutsertakan lebih dari 20.000 prajurit untuk menaklukkan beberapa daerah, demi memperluas wilayah kekuasaan dari kerajaan Sriwijaya.

3. Prasasti Telaga Batu

Berikutnya bernama Telaga Batu. Ditemukan di daerah kolam Telaga Biru (tidak jauh dari Sabokingking), Kel. 3 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatra Selatan, pada tahun 1935. Saat ini disimpan dalam Museum Nasional.

Isi Prasasti Telaga Batu menceritakan tentang musibah, ancaman atau Kutukan-kutukan yang akan berlaku bagi siapa saja yang tidak taat pada kebijakan yang ditetapkan kerajaan, atau kepada para pemimpin pada masa itu.

4. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya berikutnya ialah Kota Kapur. Diberi nama Kota Kapur karena lokasi penemuannya berada di Kota Kapur, Pulau Bangka keluaran tahun 686 Masehi. Ditemukan oleh J.K. van der Meulen pada Desember 1892.

Kandungan Prasasti Kota Kapur bercerita mengenai upaya Balas dendam yang dilakukan Pihak Sriwijaya terhadap Kerajaan Tarumanegara, karena mereka menganggap pihak Sriwijaya tidak setia kawan alias penghianat.

Dalam penemuan Prasasti ini juga ditemukan pernyataan lain bahwa Kerajaan Sriwijaya telah berhasil memperluas wilayah kekuasaan mereka hingga ke tanah Jawa.

5. Prasasti Karang Berahi

Peninggalan Sriwijaya Berikutnya bernama Prasasti Karang Berahi. Bertuliskan tahun 868 Masehi. Namanya diambil dari lokasi penemuannya yakni dari wilayah Karang Berahi, Provinsi Jambi.

Isi Prasasti Karang Berahi bermakna tentang permohonan pada Dewa untuk menghukum dan mengadilli orang-orang yang telah melakukan kejahatan, kepada masyarakat Kerajaan Sriwijaya kala itu.

6. Prasasti Amoghapasa

Peninggalan Sejarah Sriwijaya berikutnya bernama Prasasti Amoghapasa. Situs ini bertuliskan tahun 1286 Masehi dan ditemukan di Provinsi Jambi. Makna prasasti ini adalah tentang hadiah.

Isi Prasasti Amoghapasa mengkisahkan tentang hadiah yang diberikan Raja Kertanegara berupa archa amoghapasa, kepada Raja Tribhuwanaraja yang saat itu pemimpin kerajaan Suwarnabhumi.

7. Prasasti Ligor

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Tak hanya di Nusantara, Bukti bahwa Sriwijaya pernah menguasai tanah Asia Tenggara adalah saat ditemukan Prasasti Ligor ini di Negeri Thailan, tepatnya berlokasi di Tanah Genting, dan bertuliskan tahun 775 Masehi.

Situs ini terdiri dari dua bagian dan berbeda makna. Bagian pertama mengenai bangunan yang dipersembahkan bagi penganut Agama Budha, terbuat dari Batu Bata yang diberi nama Trisamaya Caiya atau Bangunan Suci.

Sedangkan pada bagian kedua, terdapat penjelasan mengenai keluarga Praja Wisnu serta keluarga Sri Maharaja Syailendra, yang juga merupakan keluarga pemimpin pada masa itu.

8. Prasasti Bukit Siguntang

Prasasti ini ditemukan di daerah Bukit Siguntang, Palembang, yang juga merupakan kompleks lokasi pemakaman para raja-raja Sriwijaya yang punya jasa besar, serta andil dalam kemajuan kerajaan.

Cerita dibalik prasasti Bukit Siguntang ini adalah tentang beberapa pelerangan yang dilalui pasukan kerajaan Sriwijaya di berbagai tempat / daerah, serta pertumpahan darah yang akhirnya merenggut banyak nyawa.

9. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Situs ini ditemukan di daerah Palas Pasemah, Provinsi Lampung, namun tidak ditemukan tahun pengeluarannya. Bercerita tentang keberhasilan pasukan kerajaan Sriwijaya dalam merebut dan menduduki wilayah Lampung pada penghujung abat ke-7.

10. Prasasti Sri Lanka

Prasasti ini diperkirakan dikeluarkan pads abad ke-12, yang bercerita tentang Suryanaraya dari wangsa Malayupura, yang dinobatkan sebagai maharaja di Suwarnapura. Pangeran Suryanarayana berhasil menunduki kekuasaan Manabhramana.

11. Prasasti Kanton

Disebuah daerah di negeri China, ditemukan Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang diberi nama Kanton, bertuliskan tahun 1079 Masehi. Ini masih menjadi salah satu bukti kekuasaan kerajaan-kerajaan di Nusantara yang nemenbus negara luar.

Isi Prasasti Kanton bercerita tentang bantuan dari Raja Kerajaan Sriwijaya, dalam memperbaiki sebuah kuil agama Thao di wilayah Kanton China pada saat itu.

12. Prasasti Nalanda

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya bernama Nalanda, sebuah prasasti yang ditemukan di Benggala, India dan berangka tahun 860 Masehi. Ini bukti bahwa Sriwijaya tidak hanya sampai Asia Tenggara saja.

Isi Prasasti Nalanda ini tercerita tentang Raja Balaputradewa yang membangun tempat tinggal untuk para pelajar dan sebuah biara di Benggala wilayah India.

13. Prasasti Leiden

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Selain Nalanda, Prasasti yang selanjutnya ditemukan di India bernama Leiden, yang bertulis tahun 1006 Masehi. Dikeluarkan oleh Raja kerajaan Cola yang bernama Rajakesariwarman, dikenal dengan Raja raja I.

Isi Prasasti Leiden bercerita tentang Isinya Marawijayatunggawarman yang meresmikan wihara di India dan diberi nama Cudamaniwarmavihara, atas ijin dari Rajakesariwarman, yakni raja-raja I dari Cola.

14. Prasasti Grahi

Prasasti Peninggalan Sriwijaya selanjutnya berhasil ditemukan di daerah Chaiya, bagian selatan Thailand yang berbahasa Khmer Kuno dan bertarikh, bertuliskan tahun 1183 Masehi.

Pesan dalam Prasasti ini adalah mengenai seorang raja bernama Srimat Trilokyaraja Maulibhusanawarmadewa, dia memerintahkan mahasenapati Jalanai, yang saat itu memerintah Grahi untuk membuat arca Budha disana.

15. Prasasti Tanjore

Prasasti Tanjore ditemukan di India dan bertuliskan tahun 1030 Masehi. Pembuatnya berasal dari raja Cola yang bernama Rajendracoladewa.

Isi Prasasti Tanjore bercerita tentang pasukan mereka yang menyerang kerajaan Swarnabhumi, sebuah kerajaan di Pulau Sumatera pada tahun 1017 Masehi. 

Pada tahun 1025 M, serangan kembali digencarkan. Mereka berhasil menyandra raja yang bernama Sanggramawijayatunggawarman, meskipun akhirnya dilepaskan kembali.
_____________

Silsilah dan Nama-nama Raja Kerajaan Sriwijaya

  • Dapunta Hyang Sri Jayanaga
  • Indravarman
  • Rudra Vikraman atau Lieou-t`eng-wei-kong
  • Dharmasetu
  • Wisnu
  • Samaratungga
  • Balaputra Sri Kaluhunan 
  • Sri Udayadityawarman
  • Sri Wuja atau Sri Udayadityan
  • Hsiae-she
  • Sri Cudamaniwarmadewa
  • Sri Marawijayottunggawarman
  • Sumatrabhumi
  • Sri Sanggramawijayottunggawarman 
  • Sri Deva
  • Dharmavira
  • Sri Maharaja
  • Trailokaraja Maulibhusana Varmadeva
  • Parameswara

Demikianlah, pembahasan kali ini mengenai Prasasti kerajaan Sriwijaya yang menjadi bukti peninggalan dari kekuasaan dan kehebatan mereka di masa lalu. Semoga bermanfaat.


Baca juga Artikel Terkait :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel