Iklan header





Eksistensi Pasar Tradisional : Apakah masih Efektif ?

Eksistensi Pasar Tradisional : Apakah masih Efektif ?

Saya akan merasa sedikit heran jika mengetahui bahwa anda masih belum tahu mengenai Jual Beli Online (Online Shop), yang sangat fenomenal dan Booming beberapa waktu belakangan, terutama 5 tahun terakhir ini. Kita semua menyadari betapa membludaknya Pemasaran via dunia maya yang semakin kesini semakin diminati.

Di pertengahan 2019 ini, Bisnis Online menjadi primadona sebagian besar orang yang juga sudah lama bergelut sebagai Internet Marketer. Kenyataan ini tentunya tidak lepas dari pesatnya perkembangan Dunia Teknologi, serta kemudahan dalam mengakses apapun dari Smartphone yang hanya dengan sekali 'klik'.

Sehingga mau tidak mau, keperkasaan dan eksistensi pasar tradisional harus sedikit tersenggol dari minat mayoritas masyarakat luas. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah Pasar Tradisional masih efektif jika dimanfaatkan penuh sebagai lapak dalam berjualan sebagai Cara mendapatkan banyak pelanggan ?

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu saya akan coba untuk sedikit menggambarkan mengenai lalu lintas transaksi online, di beberapa waktu belakangan ini.

Menurut salah satu Artikel dari CNBC Indonesia, transaksi toko online seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia dan sejenisnya di tahun 2018, menyentuh angka 77.7 Triliun, dimana peningkatan persentasinya mencapai 151%, jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya 30,942 triliun.


Sebuah prediksi mengejutkan datang dari Katadata.co.id, yang menyebutkan bahwa Penjualan e-Commerce (perdagangan elektronik) Ritel di Indonesia akan tumbuh hingga 133,5%, menjadi US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp. 219 triliun pada 2022, dari posisi 2017.

Prediksi transaksi online

Lahirnya Generasi Z (Z Generation) merupakan pemicu utama yang menjadi penyebab pesatnya perkembangan e-commerce di tanah air, dengan segala kemudahan dalam berbelanja yang disuguhkan, serta akses dan pilihan produk yang sangat banyak.

Kemungkinan besar, peningkatan persentasi ini akan terus meroket seiring berjalannya waktu. Para pegelut dunia online semakin melebarkan sayap dengan saling bekerjasama, dan membentuk tim yang besar dalam rangka menggaet ribuan pelanggan setiap harinya.

Siapapun tidak bisa mengelak dari kenyataan ini. Yang pastinya, orang-orang akan lebih memilih mana cara termudah dan simpel, daripada capek-capek mencari barang yang diinginkan ke luar sana. Saya begitu dan anda juga. Hehe.

Berkaca pada perkembangan toko dan transaksi secara online melalui sedikit ulasan di atas, maka pastinya terbesit di kepala kita tentang bagaimana nasib para pedagang di pasar tradisional. Para pedagang yang bangun pagi menggiring gerobak dagangannya ke pasar, dan kembali mengemasi semuanya sebelum tengah malam.


Tentang efektif atau tidaknya, menurut saya semuanya masih sangat Relatif, artinya, tergantung bagaimana setiap orang mendefinisikannya. Jika anda bertanya pada pedagang yang bisa dikatakan sukses dengan bisnis online shopnya, tentu dia akan menjawab TIDAK. Namun jika ditanya ke pedagang di pasar tradisional, pastilah mereka mengatakan IYA.

Lalu, mengapa saya mengatakan bahwa Eksistensi Pasar Tradisional masih tetap bagus ?
Saya berpendapat seperti ini karena bercermin terhadap keadaan di daerah tempat tinggal saya sekarang, yakni sebuah perkampungan yang jauh dari hiruk-piruk perkotaan.

Sebuah kenyataan saya dapatkan dari sini, bahwa sejak dahulu kala, dimana orang-orang masih belum terlalu mengenal internet, hingga seperti sekarang, dimana keluarga, tetangga dan seluruh masyarakat kampung maupun lingkungan sekitar saya, masih sangat setia mengunjungi pasar-pasar lokal di daerahnya masing-masing.

Namun saya juga tidak mengatakan bahwa mereka buta tentang belanja secara online. Tidak. Hanya saja, kebutuhan setiap orang itu berbeda-beda. Persepsi masyarakat kampung umumnya masih berargumen bahwa, transaksi online itu bahaya, baik dari segi penipuan, hingga ketidaksesuaian barang pesanan dengan yang didapat.

Selain itu, jika kita bertolok ukur pada jenis kebutuhan inti dari masyarakat secara luas, kebutuhan primer masih tersedia dengan stok besar di pasar tradisional, dengan kualitas dan mutu yang terjamin. Sehingga mereka berpikir tidak perlu berbelanja secara online.

Sekali lagi saya katakan, semua tergantung orangnya, bagaimana dia menilai dan menempatkan sesuatu terkait apa yang dia lihat dan rasakan. Beberapa perbandingan juga bisa menjadi pengukur, mulai dari angka pendapatan, kebiasaan, tingkat kebutuhan hingga logika.


Kelebihan berjualan di Pasar Tradisional

Di atas telah saya utarakan pendapat saya bahwa pasar tradisional masih bisa bersaing dan memberikan perlawanan terhadap huru-hara nya transaksi online. Nah, disini saya akan coha jelaskan beberapa kelebihan berjualan di pasar tradisional dibandingkan secara online.

Beberapa pendapat yang ingin saya uraikan di bawah ini berdasarkan fakta di lapangan, yang saya temukan dan pertimbangkan sendiri untuk kemudian dijabarkan di blog pribadi saya ini. Baiklah, langsung saja disimak.

1. Langsung

Kelebihan pertama adalah, dimana penjual dan pembeli bisa bertemu secara langsung, tanpa adanya pihak ketika yang menjadi perantara. Ini adalah cara paling efektif dalam meminimalisir terjadinya penipuan, seperti yang sering terjadi pada transaksi secara online.

Memang saat ini orang-orang sudah mengenal istilaj RekBer (Rekening Bersama), dimana orang ketiga berperan sebagai penengah diantara dua orang yang bertransaksi. Namun nyatanya, masih banyak akun-akun palsu yang berkedok jasa rekber, yang akhirnya melarikan dana yang sudah diletakkan di tengah.

2. Aman

Kelebihan berjualan di pasar tradisional berikutnya yakni Aman dan nyaman. Sesuai dengan definisinya, yaitu pasar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, otomatis proses transaksi yang terjadi akan jauh dari kata penipuan, penyelewengan serta tindak kejahatan lainnya.


3. Cepat

Saat seseorang hendak membeli sesuatu, dia tinggal mengunjungi pasar terdekat dan langsung mendapatkan apa yang diinginkan. Berbeda dengan belanja online, yang harus menunggu barang datang dari pelapak, bahkan terkadang harus menunggu hingga berhari-hari.

4. Transparan

Transparan artinya terbuka, tanpa ada yang ditutup-tutupi dari kedua belah pihak. Jika belanja secara online hanya memperlihatkan gambar / foto produk, di pasar tradisional calon pembeli bisa langsung melihat dan menyentuhnya. Sehingga, kualitas dan keaslian barang tidak bisa dimanipulasi.

5. Berkesan

Kelebihan jualan secara langsung di pasar yang terakhir yakni kesan yang tercipta. Pertemuan penjual dan pembeli adalah jalan untuk bertransaksi, bercengkrama bahkan bercanda. Hal ini akan menciptakan suasana yang harmonis serta bersifat kekeluargaan.


Penutup

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai apakah pasar tradisional masih efektif atau tidak, perkambangan bisnis / transaksi online di Indonesia terbaru, serta beberapa kelebihan berjualan di pasar tradisional dibandingkan dengan online shop. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan terima kasih.

Rekomendasi Artikel :

0 Response to "Eksistensi Pasar Tradisional : Apakah masih Efektif ?"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Bijak, Karena setiap Perkataan mencerminkan Karakter dan Kepribadian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel