Kesalahan Bisnis Dropship Pemula, Jangan sampai Anda melakukannya juga

Kesalahan Bisnis Dropship Pemula, Jangan sampai Anda melakukannya juga

Kesalahan bisnis dropship – Setiap orang termasuk Anda tentu ingin menjadi pebisnis yang sukses. Semua orang pasti menginginkannya. Tetapi karena masalah keterbatasan modal, akhirnya banyak yang mencoba menekuni dropshipping. 

Namun hanya beberapa persen saja yang berhasil, kebanyakan yang gagal dan menyerah di tengah jalan sebelum mereka berhasil sukses. Yang menjadi pertanyaan di sini, apakah memang bisnis dropship itu tidak menjanjikan?

Jawabannya tidak! Kebanyakan orang-orang yang gagal itu karena melakukan kesalahan yang mungkin tidak mereka sadari. Sebelum lanjut, baca dulu Pengertian Dropship ini.

Karena itu jika Anda ingin menjadi seorang dropshipper yang sukses, jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Anda harus bisa masuk dalam kategori persentase orang-orang yang sukses dalam bidang ini.

Jadi, sebenarnya apa saja kesalahan yang biasa dilakukan oleh dropshipper pemula?

1. Cara Marketing yang salah

Dalam Bisnis Dropship pastinya tidak akan lepas dari yang namanya marketing. Bahkan dapat dibilang marketing atau pemasaran ini adalah kunci kesuksesan bisnis dropship.

Dalam bisnis ini Anda tidak hanya sekedar berjualan produk orang lain, tetapi harus menggunakan teknik marketing yang tepat juga, sehingga keuntungan dapat Anda peroleh.

Apabila tekniknya sudah Anda temukan, selanjutnya Anda tinggal markup dan mendapatkan keuntungan yang berkali lipat. 

Salah satu kesalahan adalah pelit membayar jasa iklan. 

Padahal iklan ini adalah bagian penting dari teknik marketing, dalam hal ini marketing online. Mungkin jika Anda hanya membuka toko offline maka tidak butuh iklan.

Sebab orang-orang yang hilir mudik depan toko dapat melihat barang dagangan Anda. Berbeda dengan penjualan online, apabila tidak diiklankan bisa-bisa orang tidak tahu kalau Anda sedang berjualan. Jikalau pun tahu membutuhkan waktu yang sangat lama.

2. Cuma punya satu rekening

Di sini calon pembeli Anda belum tentu memiliki rekening yang sama dengan Anda. Contohnya Anda memiliki rekening bank BCA.

Padahal banyak juga orang-orang, khususnya di daerah kota kecil yang tidak memiliki rekening BCA tetapi rekening BRI.

Sementara kalau mereka harus transfer dari bank lain ke BCA, maka akan terkena biaya administrasi.

Walaupun kelihatannya jumlah biaya admin tersebut tidak seberapa, rata-rata orang malas membayarnya, akhirnya mereka pun mencari penjual yang lain.

Karena itu tak ada salahnya apabila Anda sudah menyiapkan rekening yang aktif dari beberapa bank yang sering digunakan. Semakin lengkap semakin baik.

3. Kualitas gambar yang buruk

Dalam bisnis dropship, gambar adalah elemen penting yang tidak boleh Anda pandang sebelah mata saja.

Karena pertama kali konsumen pasti akan melihat gambar yang Anda sediakan, sebelum tertarik untuk membeli produk yang Anda jual tersebut. 

Karena itu alangkah bagusnya apabila Anda coba meminta ke supplier untuk memberikan Anda stok foto yang jelas, baik, dan menarik dilihat.

Boleh saja Anda memasang watermark di foto dari supplier tersebut, sehingga terkesan lebih profesional di mata pelanggan, dan Anda dianggap sebagai tangan pertama, bukan dropshipper.

Baca juga : Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

4. Respon yang lama

Mungkin memang Anda sibuk dengan pekerjaan kantor, dan menjadikan bisnis dropship ini sebagai pekerjaan sampingan.

Walaupun begitu usahakan sempatkan beberapa menit untuk memberikan respon kepada calon pembeli, sepertinya walaupun Anda bekerja kantoran tetapi jika hanya meluangkan waktu beberapa menit saja tidak menjadi masalah. 

Atau boleh juga Anda membayar virtual assistant. Jadi ketika Anda bekerja di kantor, pembeli yang mau bertanya-tanya tetap akan direspon dengan cepat oleh virtual assistant Anda.

Penutup

Demikianlah, beberapa kesalahan dalam menjalankan bisnis Dropship, terlebih untuk pemula. Semoga beberapa poin di atas bisa dihindari agar semakin berpeluang untuk menjadi Dropshiper sukses.

Tinggalkan komentar