Etika Bisnis: Pengertian, Prinsip, Pendekatan, Manfaat, Tujuan, Contoh

7 min read

Etika Bisnis adalah ilmu yang mendalami standar moral individu dan standar moral kelompok dalam menjalankan sebuah usaha bisnis.

Hal ini mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan usaha, dan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak. Dalam arti kata lain, didukung dengan penalaran yang rasional atau tidak (jelek).

Definisi Etika Bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Ilmu ini berpusat pada standar moral sebagaimana yang diterapkan pada kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

Etika Bisnis adalah studi standar formal dan sebagaimana standar tersebut diterapkan didalam sistem juga organisasi yang digunakan masyarakat modern dalam memproduksi dan mendistribusikan barang atau jasa, dan ditetapkan pada orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

pengertian etika bisnis menurut para ahli

Nah, untuk menambah pemahaman anda mengenai definisinya, dibawah ini adalah pengertian Etika Bisnis menurut ahli lengkap :

Bussiness & Society-Ethics and Stakeholders Management

Kedisiplinan yang berhubungan dengan baik dan buruknya suatu tugas, dan kewajiban moral dalam konteks bisnis.

Velasques

Studi yang berfokus pada moral yang benar dan yang salah, serta berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, industri dan prilaku.

Hill dan Jones

Suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar, guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis, yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

Menurut Sim

Karakter dalam penyampaian integritas moral, dan nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat. Hal ini berkaitan erat dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi.

Yosephus

Adalah Etika Terapan bagi prinsip-prinsip moral umum, pada wilayah tindak manusia dibidang ekonomi, khususnya bisnis.

Ronald J.Ebert dan Ricky M.Griffin

Istilah yang sering digunakan untuk menunjukan prilaku dari etika seseorang manajer atau karyawan suatu organisasi.

Muslih

Yaitu engetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas, yang berlaku secara universal dan secara ekonomi atau sosial, lalu penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.

Sumarni

Pengertian Etika Bisnis adalah pengetahuan pedagang tentang tata cara pengaturan dan pengelolaan bisnis, yang memperhatikan norma dan moralitas melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Prinsip Etika Bisnis di Perusahaan

prinsip etika bisnis

Pengertian Prinsip adalah suatu ketetapan dan kebenaran yang dijadikan sebagai landasan dalam berperilaku dan bertindak, oleh perorangan maupun kelompok. Beberapa prinsip etika bisnis diantaranya adalah : 

1. Prinsip Otonomi

Dalam prinsip ini, pemilik usaha atau perusahaan harus mampu mengeluarkan kebijakan, ketetapan hingga keputusan yang baik dan berdampak positif, serta bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

Pada prinsip ini, dua atau lebih perusahaan bisa saling bekerja sama dengan menetapkan prinsip otonomi.

Namun bukan berarti kedua perusahaan tersebut harus menjalankan satu pendekatan yang sama, karena umumnya tiap-tiap perusahaan pasti memiliki strateginya masing-masing untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

2. Prinsip Kejujuran

Kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam usaha, begitu juga sebaliknya, jika dalam menjalankan usaha bisnis dengan cara curang, potensi kegagalan akan semakin besar.

Karena salah satu penyebab bangkrutnya usaha adalah memainkan tipu daya muslihat, guna memperdaya kolega maupun pesaing.

Prinsip kejujuran harus diterapkan dalam menjalankan usaha, contohnya saat menjalin kerjasama dengan perusahaan lain.

3. Prinsip Keadilan

Setiap pelaku bisnis harus lah menjunjung tinggi prinsip keadilan, begitu juga dalam sebuah perusahaan, tiap-tiap orang yang terlibat di dalamnya harus saling bekerja sama dan memberi kontribusi masing-masing, demi mewujudkan tujuan.

Setiap orang punya hak dan kewajiban. Menyeimbangkan antara kedua ini akan mampu menegakkan keadilan dalam perjalanan bisnis, tanpa tebang pilih, pandang bulu dan menganggap semuanya sama.

4. Prinsip Loyalitas

Prinsip etika bisnis yang selanjutnya ialah Loyalitas. Dalam menjalankan sebuah usaha, orang yang terlibat didalamnya harus mampu membedakan masalah ataupun kepentingan pribadi, dengan kepentingan usaha tanpa mencampurkannya.

Loyalitas sifatnya sangat penting terutama menjadi landasan bagi mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh, untuk mewujudkan visi dan misi. Sehingga, tujuan yang telah disusun dari awal, akan semakin mudah untuk direalisasikan.

5. Prinsip Integritas Moral

Integritas manjadi poin penting dalam menjalankan bisnis, karena berhubungan dengan nilai dan karakter positif dari para pelaku.

Pihak internal yang terlibat langsung dengan masyarakat, harus mampu menjaga nama baik perusahaan serta menjalin hubungan yang harmonis.

Pendekatan Etika Bisnis

contoh etika bisnis

Nah, untuk menjalankan prinsip-prinsip etika bisnis di atas, setidaknya terdapat 3 pendekatan dalam etika bisnis, diantaranya adalah Utilitarian Approach, Inpidual Rights Approach dan Justice Approach. Berikut penjelasannya :

1. Utilitarian Approach

Pendekatan Utilitarian Approach menekankan kepada konsekuensi dalam setiap tindakan yang dilakukan. Sebagai pebisnis, anda harus mengupayakan pemberian manfaat besar bagi masyarakat dengan menekan biaya seminim mungkin, serta tidak bersifat ancaman bagi mereka.

2. Inpidual Rights Approach

Pada pendekatan ini, memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan seseorang dalam menghormati dan menghargai orang lain. Namun bilamana tindakan yang terjadi bersifat tantangan dan bisa menimbulkan perpecahan, maka harus segera dihentikan / dihindari.

3. Justice Approach

Baik perorangan ataupun kelompok, setiap orang memberikan keputusan memiliki kedudukan yang sama, serta mampu berindak dalam melayani pelanggan sebaik mungkin. Terbukti, pendekatan etika bisnis yang terakhir ini mampu memberikan Keuntungan berkelanjutan.

Tujuan dan Manfaat Etika Bisnis

manfaat etika bisnis

Menerapkan etika dalam bisnis menjadi salah satu poin penting demi kelancaran dan kesuksesan usaha. Dibawah ini adalah beberapa manfaat dan tujuan Etika Bisnis :

Tujuan Etika Bisnis

  • Memberi batasan-batasan kepada para pebisnis untuk tetap menjaga sikap agar berperilaku baik, jujur, adil, Profesional dan positif, sehingga tidak menimbulkan kerugian sia-sia dengan banyak pihak yang ada didalamnya, serta dengan mereka yang terhubung.
  • Etika bisnis berfungsi untuk menciptakan citra dan manajemen usaha yang baik, serta mampu meyakinkan orang banyak bahwa dunia bisnis juga memiliki etika.
  • Tujuan etika dalam bisnis juga bisa menghindari peluang terjadinya kegurangan, perbuatan licik, penipuan hingga tindakan kriminal dalam bekerja sama, baik dengan perusahaan lain, maupun para klien
  • Terciptanya hubungan baik antar sesama inpidu dalam barisan internal perusahaan
  • Menjadikan pedoman sebagai landasan dalam bersikap, berbuat, berinteraksi dan bermusyawarah antar sesama penisnis.
  • Membentuk Teamwork yang hebat dan solid

Manfaat Etika Bisnis

  • Dapat meningkatkan kredibilitas dan eksistensi perusahaan
  • Perusahaan akan bisa menjelaskan bagaimana mereka menilai tanggung jawab sosial
  • Memberikan kewenangan yang lebih kepada diri sendiri untuk bisa mengapresiasikan setiap prncapaian yang berhasil diraih
  • Menciptakan batasan-batasan kegiatan yang positif dalam menjalankan bisnis
  • Meningkatkan daya saing perusahaan secara sehat
  • Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan investor pada perusahaan anda
  • Terakhir adalah, membantu dalam membangun citra positif.

Bentuk Permasalahan Etika Bisnis

mengapa etika bisnis diperlukan

Ada dua pandangan yang muncul dalam masalah ini, yang pertama adalah pandangan yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat.

Organisasi tidak melarang kita untuk mengungkapkan bahwa organisasi bertindak seperti inpidu, dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan.

Kita juga dapat mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka, dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak dalam definisi yang sama, yang dilakukan oleh manusia.

Yang kedua adalah pandangan filsuf yang berpendirian : tidak masuk akal jika berpikir kalau organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab, karena ia gagal dalam mengikuti standar moral, atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral.

Organisasi bisnis bisa diibaratkan selayaknya sebuah mesin, dimana para anggotanya diwajibkan untuk mentaati seluruh peraturan formal, yang sebenarnya tidak punya kaitan sama sekali dengan moralitas.

Akibatnya, akan lebih tidak masuk akal lagi jika menganggap kalau organisasi bertanggung jawab secara moral, karena ia gagal dalam mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.

Oleh karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan inpidu manusia. Inpidu-inpidulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral.

Inpidu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka sendiri.

Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu berarti disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh inpidu didalam perusahaan itu. Dan jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu juga disebabkan oleh pilihan inpidu dalam perusahaan yang bertindak secara bermoral.

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

tujuan etika bisnis

Secara umum masalah-masalah yang sering di jumpai dalam pelanggaran etika bisnis dapat dikelompokkan dalam 4 macam, antara lain adalah :

1. Kegiatan Suap

Suap merupakan kegiatan terlarang dalam dunia bisnis. Meskipun terlarang, budaya suap-menyuap masih tetap eksis dan terus berkembang dari masa ke masa.

Pasalnya, selain termasuk salah satu bentuk permasalahan etika bisnis, suap juga dilarang keras dalam agama dan hukum.

Contohnya adalah proses perekrutan sumber daya (Tahap Perencanaan SDM) manusia di sebuah perusahaan. Tanpa melalui tahap yang panjang, seorang pelamar ditawarkan untuk memberi imbalan berupa uang atau properti, sehingga bisa langsung diterima dan bekerja di perusahaan tersebut.

2. Ancaman

Sering juga saya mendapat kabar dan berita mengenai perlakuan berbagai ancaman kepada sebagian tenaga kerja, agar bisa bekerja dan melakukan Proses Produksi yang maksimal, meskipun kerap mengorbankan kesehatan dan kekerasan fisik.

Pihak berwenang di perusahaan memberlakukan pekerjanya dengan sedikit ancaman agar selalu produktif.

Hal ini tentu menjadi sebuah masalah internal maupun eksternal. Dimana para pekerja merasa selalu tertekan dan dikontrol penuh, sehingga bisa menyebabkan kesehatan fisik dan mental mereka terganggu.

Bukan malah menjadi produktif, tapi lebih cenderung kepada pemikiran buruk untuk keluar dari zona ini, dengan melakukan berbagai cara.

3. Penipuan

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan suap, Penipuan juga merupakan salah satu Masalah Etika dalam Bisnis yang terus-menerus terjadi hingga kini.

Berbagai modus penipuan terjadi oleh oknum terkait, dengan tujuan mendapatkan keuntungan demi memperkaya perorangan maupun suatu kelompok organisasi.

4. Pencurian

Pengertian pencurian merupakan kegiatan dalam mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan tujuan untuk dimiliki secara utuh dan melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana dan denda.

Untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis, banyak perihal yang mesti dijaga didalamnya. Sebagai seorang pebisnis, Etika yang baik sangat diperlukan.

Namun sayang, dewasa ini tidak sedikit yang menganggap sepele tentang kepentingan Ber-Etika yang baik dalam berbisnis. Padahal kenyataannya, akan banyak sekali manfaat positif dan berguna dalam kelanjutan bisnis itu sendiri.

Lalu, apa sih yang disebut dengan Etika Bisnis ? Seperti apa Etika Bisnis yang baik tersebut ? Bagaimana sih cara penerapannya ?

Sebelum Lanjut, ada baiknya anda mengenal terlebih dahulu tentang Permasalahan Etika dalam Berbisnis

Bila anda pernah bahkan sering bertanya tentang kalimat tersebut di kepala, maka anda telah ‘tersesat’ di artikel yang tepat. Disini saya akan coba memberi jawaban tentang pertanyaan tersebut.

Menurut situs wikipedia, Etika Bisnis adalah cara yang dilakukan untuk melakukan kegiatan bisnis, dan mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan inpidu, perusahaan dan juga masyarakat.

Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham hingga masyarakat.

Perusahaan manapun pasti meyakini bahwa prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, maksutnya adalah bisnis dengan kinerja yang unggul dan berkesinambungan, dijalankan dengan mematuhi kaidah-kaidah etika yang sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Seperti Apakah Etika Bisnis yang Baik?

etika bisnis dalam perusahaan

Berikut adalah 3 Pendekatan yang mendasari Etika Bisnis yang baik di perusahaan:

1. Utilitarian Approach

Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Makanya, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada perusahaan, dengan cara yang tidak membahayakan apapun dan dengan biaya serendah-rendahnya.

2. Inpidual Rights Approach

Siapapun pasti ingin apa yang dilakukannya bisa dihargai. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila dianggap akan menyebabkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

3. Justice Approach

Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayananan kepada pelanggan baik secara perseorangan maupun kelompok.

Bagaimana Penerapannya dalam Dunia Bisnis?

1. Berdiri dan menyebutkan nama saat berkenalan

Seorang pengusaha tentunya memiliki kesopanan. Berdiri dan menyebutkan nama dengan baik adalah Etika bisnis terpuji saat memperkenalkan diri. Dengan begitu, Rekan bisnis akan menganggap anda sebagai pengusaha yang punya nilai positif dan berdedikasi tinggi.

2. Berbicara sopan dan relax

Omongan yang kurang baik (misal: keceplosan), bukan tidak mungkin akan terjadi saat berbicara dengan rekan bisnis. Untuk itu, usahakan sebisa mungkin  untuk menjaga tutur kata dan bahasa dalam berbincang dengan pengusaha lain.

3. Bayar Tagihan ketika anda yang “Mengundang”

Membahas seputar bisnis dengan rekan tidak akan selalu dilakukan di kantor. Untuk sedikit lebih tenang dan santai, wajar saja jika diadakan di luar kantor, misalnya di cafe atau menyewa apartemen.

Untuk itu, bila anda yang mengundang ataupun mengajak, bayar lah tagihan sewa dan belanjaan saat mengadakan meeting dengan pengusaha lain di luar kantor anda.

4. Jangan lupa ucapkan “Terima Kasih”

Ucapan terima kasih memang terkesan sepele, tapi jangan salah, hal kecil seperti ini akan menimbulkan kesan positif dan kebanggan dari rekan bisnis anda tersebut. Dimana dia akan beranggapan bahwa dia cukup penting serta dihargai oleh kita.

Oleh karena itu, jangan pernah melupakan hal ini setiap membuka dan mengakhiri percakapan dengan rekan bisnis.

Mementingkan Etika yang baik dalam berbisnis juga akan mendukung dalam peraihan laba yang maksimal serta perjalanan mewujudkan Goals bisnis anda tersebut.

Demikianlah, artikel kali ini mengenai pengertian etika bisnis, pendekatan, prinsip, bentuk hingga contoh pelanggaran etika bisnis. Semoga ulasan ini bisa memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *