Cara Menagih Hutang dengan Etika yang Baik dan Benar

Cara Menagih Hutang – Hutang piutang seringkali menjadi problema antara satu orang dengan orang lain. Tidak heran bila dalam proses penagihan kerap terjadi kesinggungan perasaan maupun kesalahpahaman antara yang punya hutang dengan penagih hutang.

Dalam kasus ini, si penagih harus memiliki Etika yang baik sebelum menagih hutang kepada orang lain untuk menghindari terjadinya perpecahan. Namun yang punya hutang-pun harus memiliki kesadaran akan hutang yang dia punya.

Untuk itu, disini saya akan menjelaskan beberapa poin yang harus dilakukan saat menagih piutang kepada teman ataupun orang lain.

Cara Menagih Hutang Kepada Teman atau Saudara

1. Perhatikan Kondisinya Saat Itu

Sebelum menagih, alangkah baiknya untuk memperhatikan keadaan yang punya hutang baik dari segi ekonomi, lingkungan saat itu maupun kegiatan yang sedang dia lakukan.

Jangan pernah menagih hutang kepada seseorang yang sedang bekerja di lokasi kerja, di tengah keramaian seperti di grosir, minimarket atau pasar dan dalam keadaan lelah misalnya selepas pulang kerja ataupun dari lahan pertanian.

Jika anda menagih saat dia dalam keadaan tersebut, tentu saja dia akan merasa tersinggung dan tertekan sebab tubuh dan otaknya masih dalam keadaan lelah.

Karena kita tidak pernah tahu, mungkin dia memang ingin segera membayar namun waktunya belum tepat karena keadaannya sekarang.

2. Menanyakan Kabarnya Kepada Orang Lain

Sebelum menagih, tanyakan terlebih dahulu tentang apa dan bagaimana kabar si pemilik hutang kepada orang lain, misalnya sanak saudara maupun teman dekat nya.

Ini akan memperjelas status dari si pemilik supaya ketika anda menagih tidak sia-sia alias dia belum bisa menbayar.

Misalnya apakah dia sudah punya pekerjaan baru, atau baru jual aset yang dimilikinya? Atau bisa juga apakah keadaan ekonomi mereka sudah lebih baik?

Tentu mencari informasi dari orang lain ini juga bisa kalian lakukan, mengingat kalau ditanyakan sendiri ke orangnya kita mungkin akan segan.

3. Tagihlah Secara Baik dan Sopan

Ketika menagih, jangan memaki apalagi berkata kasar kepada pemilik hutang, walaupun saat itu anda sedang membutuhkan dana untuk suatu keperluan.

Anda tidak akan mendapatkan hak anda saat itu, malah bisa jadi dia akan memaki balik kepada anda.

Walaupun yang kita minta adalah hak kita sendiri, namun anda juga dituntut untuk tetap berlaku sopan dan baik layaknya manusia yang berpikir dengan logika, bayangkan bagaimana perasaan si pemilik ketika anda datang dan langsung memaki-makinya.

4. Jangan Marah Bila Belum Dibayar

Sebenarnya anda pasti kecewa saat menagih hutang namun si pemilik hutang belum bisa membayar. Ini hal yang wajar.

Cukup tunjukkan sikap positif kepadanya, jangan beranggapan yang aneh bila dia belum bisa membayar. Mungkin dia akan membayar segera tapi tidak saat itu.

Tentu kita tidak tau apa yang mereka pikirkan, bisa saja mereka memang belum punya uang untuk mengembalikannya karena sedang ada dalam keadaan yang kurang baik (dari segi finansial).

Namun memang ada juga tipe orang yang punya hutang tapi sering pamer jalan-jalan di sosial media bersama keluarganya, foto makanan, liburan, belanja ataupun memamerkan barang baru di sosmed.

Tentu hal seperti itulah yang membuat kita geram, ditagih terus-terusan bilangnya gak ada, tapi rajin banget kalau suruh upload foto liburan di sosmed.

Kesimpulan

Dalam hal utang-piutang, kita harus selalu menyadari bahwa kehidupan ini tidak bisa dijalani dengan seorang diri. Setiap saat kita selalu membutuhkan bantuan orang lain.

Selalu berpikir positif dalam kasus ini akan berdampak positif pula terhadap anggapan orang lain kepada kita.

Demikianlah, 4 Etika yang baik dan benar dalam menagih hutang. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan komentar