21+ Dampak Positif dan Negatif Internet bagi Anak, Pelajar & Remaja

Dampak Positif dan Negatif Internet

Mungkin sudah banyak juga yang menyadari tentang Dampak Positif dan Negatif Internet bagi masyarakat, terutama yang menjadi sorotan adalah anak-anak, remaja atau pelajar.

Namun mau bagaimana lagi, perkembangan internet di Indonesia seakan-akan tidak bisa dibendung.

Dampak baik dan Buruk Internet semakin terasa akibat dari perkembangannya yang semakin pesat seiring kemajuan zaman.

Menurut data dari Liputan6, Jumlah pengguna internet di Indonesia per-Februari 2018 adalah sekitar 143 juta, sebuah angka yang fantastis.

Merujuk pada fakta tersebut, pengakses internet sudah bisa dikatakan hampir tersebar merata hingga ke pelosok Indonesia.

Hal ini pun sontak menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan, mengenai dampak yang diberikannya.

Cara mencegah dampak negatif internet yang paling manjur adalah dengan mengontrol segala aktivitas anak yang berhubungan dengan dunia maya ataupun media sosial.

Baik itu dampak positif maupun negatif, yang akhirnya menimbulkan berbagai kebijakan-kebijakan tentang penggunaan internet secara bebas, contohnya adalah penutupan beberapa website yang berbau P*rnogr4fi, dan munculnya situs-situs pembelajaran.

Di 2019 ini, perkembangannya pun kian melesat cepat dan tampaknya sudah mulai digandrungi anak-anak dibawah umur, bahkan hingga bocah Sekolah Dasar. Ditambah lagi game-game yang sangat digemari anak-anak sudah tersedia secara Online.

Selain itu, Dampak Negatif Internet juga berpengaruh terhadap perkembangan mental anak-anak dan remaja.

Penggunaan Media Sosial yang sudah tidak terkontrol lagi menjadikannya sebagai tempat kekerasan, penjualan terlarang dan kasus bullying.

Dampak Negatif Internet

Dampak Positif dan Negatif Internet bagi Anak

Oke langsung saja, berikut ini adalah beberapa Dampak Negatif Penggunaan Internet bagi Anak-anak, Remaja dan Pelajar.

1. Unsur Porn0graf1

Sejak dahulu, internet adalah salah satu pengenal bagi mayoritas masyarakat mengenai Porn0graf1. Ketakutan pertama orangtua terhadap internet adalah, kebebasan dari anak-anak mereka untuk mengakses hal-hal yang berbau porn0.

Meskipun saat ini website-website beraliran Porn0graf1 sudah banyak diblokir pemerintah, namun tetap saja masih bisa diakses melalui berbagai cara, yang keseluruhan dari cara-cara tersebut hampir diketahui anak-anak zaman sekarang.

Efek yang ditimbulkan tentu sangat berbahaya dan bukan main, yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bahkan, bisa saja mereka melakukan praktek-praktek terkait Porn0graf1 terhadap lawan jenis.

2. Unsur Kekerasan

Dampak Negatif dari penggunaan internet yang kedua adalah tindak kekerasan melalui media sosial, misalnya berupa video.

Di Youtube dan Sosmed lain, sangat banyak sekali beredar video-video berupa kekerasan, baik terhadap manusia maupun hewan.

Hal ini tentu tidak baik jika dipertontonkan kepada anak-anak kita, yang sejatinya masih di sekolah dasar atau bahkan belum sekolah.

Apalagi video-video didalamnya tidak dikenakan batasan usia, siapa saja bisa menonton tanpa adanya pengontrollan.

Yang paling ditakutkan adalah, video tersebut menjadi inspirasi mereka untuk mempraktekkannya ke dunia nyata.

Misalkan saat ditimpa sebuah masalah kecil maupun besar, semua harus diselesaikan dengan perkara kekerasan seperti pertengkaran misalnya.


3. Malas Belajar

Salah satu faktor penyebab terhambatnya anak-anak dalam membiasakan diri untuk belajar adalah karena pengaruh internet.

Banyaknya konten-konten hiburan akhirnya membuat mereka menjadi terlena, dan langsung fokus pada hal tersebut pada waktu tertentu.

Seharusnya para orangtua mampu membatasi anak-anaknya saat memperbolehkan mereka untuk menonton konten hiburan, karena hanya sebagian kecil yang bersifat Edukasi, sebihnya tidak mendidik alias sebatas hiburan belaka.

4. Kecanduan yang Buruk

Ada ribuan bahkan jutaan hal yang bisa ditemukan di media sosial / internet, yang membuat penggunanya merasa betah berlama-lama disana.

Paling mencolok adalah permainan-permainan yang bisa dimainkan secara online maupun offline.

Banyak bukti yang menyatakan bahwa game online sangat bisa menimbulkan candu, serta rasa ketergantungan yang cukup tinggi.

Jika hal ini terjadi pada anak, tentu akan berpengaruh terhadap tugas utama di usianya sekarang yakni belajar dan menemukan jati diri.

5. Susah Bersosialisasi

Akibat Buruk Internet bagi anak yang berikutnya adalah kesusahan dalam berkomunikasi dan menjalin sosialisasi.

Ini disebabkan oleh kebiasaan bercengkrama via online, yang notebene adalah dengan cara pesan teks, bukan bicara secara langsung.

Alhasil, anak-anak akan menjadi canggung dan gerogi saat berbicara dengan orang lain, terutama orang yang baru dia kenal.

Selain itu, Dunia Internet juga akrab dengan bahasa-bahasa yang kotor, takutnya kenyataan tersebut teraplikasikan oleh mereka hingga ke dunia nyata.

6. Menjadi Plagiat dan tidak Kreatif

Plagiat yang saya maksud adalah pencontek. Dimana jika diberi tugas rumahan individu atau kelompok, mayoritas anak sekolah akan mencari jawaban secara online, lalu menyalinnya mentah-mentah.

Karena apapun pertanyaan yang diberikan guru, semua jawaban sudah tersedia di internet dnegan hanya sekali klik.

Dengan cara yang instan seperti ini, para siswa/i tidak perlu pusing dan berlama-lama lagi dalam mengerjakan tugas dari sekolah.

Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan logika, pemikiran dan kekreativitasan sang anak, terutama dalam menalar, mengingat dan memecahkan masalah dari soal-soal yang diberikan.

7. Konten Provokasi

Banyak sekali ragam berita dan informasi yang bisa diakses secara bebas dan gratis melalui internet.

Sayangnya, informasi-informasi yang tersedia tidak melulu bersifat baik dan positif, tapi juga mengandung Hoax dan bertujuan Provokasi.

Yang seperti jika sudah terserap, tentu berpeluang menimbulkan fitnah, melanggar UU ITE dan tindak kriminal secara online.

Selain itu, anak-anak bisa menjadi sasaran untuk dicuci otaknya. Jadi, orangtua harus ekstra hati-hati.

Baca juga : Berita HOAX di Indonesia: Pengertian, Ciri, Penyebaran, Jerat Hukum dan Cara Menanggapi HOAX

8. Pemicu Tindak Bullying

Efek Negatif Internet bagi anak yang selanjutnya yakni menjadi ladang subur bagi kegiatan Bullying atau yang biasa disebut hujatan.

Di media sosial, hal-hal viral sangat mudah terjadi. Jika yang viral berupa konten positif dan edukatif memang tidak akan jadi masalah.

Namun, tidak semuanya seperti itu. Umumnya, konten yang bersifat negatif akan cepat viral dan mudah mendapat respon dari banyak pengguna internet.

Disinilah kasus Bullying terjadi. Apalagi anak-anak yang emosinya masih belum stabil alias belum terkontrol.

9. Penculikan

Terdengar sedikit mengerikan, namun fakta. Kasus penculikan sudah bukan perkara awam lagi untuk didengar dari sederet kasus di dunia maya.

Kasus penculikan sejatinya tidak lepas dari perlakuan Orangtua yang bermain media sosial.

Contoh kasus, saat Orangtua mengupload foto berdua dengan anak ke media sosial, ataupun anaknya yang bernain.

Para pelaku kejahatan cyber bisa saja mengincar dan menyelidiki akun anda untuk menjadi bahan praktek kejahatan.

10. Bolos Sekolah

Dampak Buruk Media Sosial / Internet yang selanjutnya adalah bolos sekolah. Poin ini berkaitan erat dengan poin ke- diatas, yakni kecanduan yang buruk terhadap penggunaan internet.

Hal ini sudah sangat sering terjadi di kalangan siswa sekolah dasar hingga menengah ke atas. Misalnya bermain game di warnet saat jam sekolah.

Hal ini selain berdampak buruk terhadap sikap, juga terhadap proses belajar-mengajar mereka, serta tanggung jawab sebagai murid.

11. Fisik Melemah

Terlalu keseringan browsing dan bermain media sosial juga berpengaruh terhadap keadaan fisik. Mengapa?

Karena umumnya, saat seseorang bermain Smartphone atau Laptop, pastinya dia diam di tempat.

Jika berlangsung dalam waktu lama, maka fisik akan perlahan melemah, dalam artian jadi pemalas dan kurang bergairah.

Begitu juga dengan semakin jarangnya berolahraga, tentu lama-kelamaan kebugran fisik akan menurun drastis.

12. Gangguan Penglihatan

Terlalu lama melihat layar gadget akan berdampak buruk bagi kesehatan mata. Saat anda bertemu seorang anak yang memakai kacamata, padahal usianya baru 10 tahunan, kita pasti beranggapan bahwa itu adalah bawaan dari lahir.

Namun sekarang tidak semuanya seperti itu. Banyak anak-anak kecil yang sudah membutuhkan kacamata karena efek gadget.

Jika hal ini terjadi kepada anak Anda, berarti dia sudah mengalami dampak buruknya. Untuk itu, selalu beri pengontrolan penuh terhadap mereka.


13. Kesehatan Menurun

Masih berkaitan dengan poin ke-11, fisik yang sudah melemah otomatis akan membuat kesehatan menjadi menurun. Pada level ini, daya tahan tubuh anak akan mudah diserang penyakit.

Apalagi jika kecanduan gadget menyebabkan dia jadi suka begadang, tentu akan mempermudah masuknya penyakit yang berbahaya. Mulai dari angin malam hingga minimnya waktu tidur efektif.

14. Kurangnya Kepedulian Sosial

Teralu sibuk di dunia maya / internet menjadikan seorang anak semakin jauh dari kehidupan bermasyarakat, sehingga rasa peduli terhadap keadaan sosial menjadi tidak berkembang.

Padahal, anak-anak seharusnya diajarkan bagaimana cara menerapkan perhatian dan rasa peduli pada lingkungan sekitar tempat tinggalnya, bukan malah membiarkan dia larut dengan smartphone miliknya.

Lingkungan sosial akan membentuk karakter anak yang baik, sopan, menghargai dan punya sifat penyayang. Sifat-sifat tersebut akan terbawa hingga ia dewasa nanti.

15. Ajang melupakan Budaya

Kekhawatiran saya pribadi mengenai hal ini cukup serius. Saya melihat, perkembangan media sosial dan internet telah menjadi jembatan besar dan mulus bagi masuknya ribuan budaya dari luar.

Budaya-budaya yang masukpun mengakibatkan para anak-anak dan remaja menjadi lupa terhadap kultur sendiri, yang sejatinya jauh lebih patut untuk dikembangkan dan dilestarikan, bukan malah mengidam-idamkan yang masuk dari luar.

Saat ini, kekhawatiran saya terhadap hal tersebut sudah terlihat jelas dan mulai merasuki sebagian besar anak-anak di Indonesia. Contohnya saja adalah Budaya K-POP dan Barat.

Saya tidak menyalahkan mereka akan hal ini, tapi lebih kepada permintaan saya terhadap pengontrolan orangtua yang seharusnya diperketat lagi untuk kedepannya.


Dampak Positif Internet

Dampak Positif dan Negatif Internet bagi Anak

Diatas sudah saya paparkan mengenai Efek buruk internet bagi anak-anak. Dan kali ini, adalah kebalikan yang diatas, yakni mengenai Manfaat positif internet bagi anak, pelajar dan remaja. Simak ulasannya di bawah ini :

1. Menjadi Sumber Belajar

Manfaat internet bagi anak yang pertama adalah menjadikannya sebagai sumber belajar. Meskipun berlawanan dengan poin no.3 diatas, namun jika dialihkan ke arah positif, maka akan menjadi manfaat bagi mereka.

Namun dalam prakteknya, menjadikan internet sebagai sumber belajar harus juga berada di bawah pengontrolan orang tua, misalnya saat anak memiliki bakat yang proses pengembangannya tidak tersedia dalam pendidikan sekolah.

Dia bisa menyalurkan melalui internet dan diawasi orangtua. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap kemajuan pola pikir dan masa depan anak nantinya saat dia tumbuh dewasa.

2. Sarana Hiburan

Ada kalanya seorang pelajar mengalami kelelahan dan kekacauan pikiran saat meninba ilmu. Contoh sederhananya adalah saat dia baru saja selesai melaksanakan ujian sekolah, umumnya akan merasa was-was terhadap nilai yang akan didapat.

Untuk menutupi kegundahan tersebut, anda sebagai orangtua bisa mengajaknya menikmati liburan melalui Smartphone, misalnya menonton video-video lucu, menarik, unik dan tentunya bisa menambah wawasan sang anak.

3. Lebih Peka terhadap kemajuan Teknologi

Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi terutama mengenai dunia maya akan selalu mengalami perkembangan. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan pengguna internet yang selalu melonjak tajam.

Agak aneh rasanya jika seseroang masih terkesan buta (Gaptek) terhadap teknologi, apalagi jika dia tinggal di daerah yang dijangkau penuh oleh jaringan internet. Anak-anak dianjurkan tahu mengenai manfaat teknologi bagi manusia.


Untuk itu, mereka harus diperkenalkan dengan dunia maya sejak dini, setidaknya untuk tidak terlalu ketinggalan.

Perkembangan ibarat seleksi alam, siapa yang tertinggal, dia akan menjadi terbelakang diantara yang lain.

4. Ajang Pengenalan Wawasan tentang Dunia

Saat ini, informasi apapun bisa diakses dan didapatkan melalui internet secara gratis, tanpa mengenal user dan waktu.

Informasi didalamnya selalu diupdate secara cepat oleh para penulis dan kreator dari seluruh dunia.

Sebagai pengguna, kita tinggal menampung saja. Sederet wawasan-wawasan tersebut akan membuka pola pikir anak dan menambah ilmu pengetahuan mereka mengenai perkembangan dunia dari waktu ke waktu.

5. Mengasah kemampuan Non-Verbal

Dampak positif internet bagi anak selanjutnya yakni mengasah kemampuan komunikasi nonverbal mereka.

Hal ini akan membantu dalam mengasah kemampuan non verbal anak karena internet kebanyakan menggunakan simbol-simbol dalam pengopersiaanya.

Jadi anak akan banyak belajar bahasa-bahasa non verbal ketika sedang berselancar di dunia maya. Nonverbal sangat berguna dan termasuk paling banyak digunakan di dunia nyata.

6. Menemukan Potensi Diri

Saat ini, anda pasti sudah tidak asing lagi dengan bisnis online, bukan? Dan hebatnya lagi, sekarang pebisnis online sudah banyak digeluti oleh para pelajar dan remaja, dimana mereka mampu meraup pendapatan yang luar biasa dari internet.

Ini membuktikan bahwa potensi seseorang bisa jadi bukan dari dunia nyata, melainkan dunia online, contoh kasus dampak positif internet yakni Youtuber, dengan kreativitas yang tinggi dan tingkat berpikir yang kreatif dalam menciptakan konten.


7. Mengenali Dunia Media Sosial dan Internet

Manfaat Internet bagi anak dan remaja yang terakhir adalah ajang sebagai pengenalan dunia internet sejak dini. Menurut saya ini cukup vital dan penting. Mengapa?

Sekarang, media sosial sudah didominasi oleh anak-anak. Itu tandanya, perkembangan medsos nyatanya telah melebarkan sayap target pasar mereka ke kancah anak muda, bahkan ke anak-anak kecil.

Sebagai pengguna atau calon pengguna, kontrol anak anda dalam bermain medsos. Alihkan supaya bersifat sebagai edukasi, bukan hanya sebatas hiburan sia-sia saja.

Pengetahuan mengenai media sosial akan berdampak baik bagi anak, misalnya memahami berita hoax dari segenap informasi yang tersedia di internet.

____________________

Penutup

Dari 22 poin diatas, anda menemukan informasi, data dan fakta dari dampak positif dan negatif dsri internet dan media sosial.

Sejatinya, setiap perkembangan dan kemajuan yang terjadi, punya pengaruh dan akibat masing-masing yang ditimbulkannya.

Sekarang tinggal bagaimana orang-orang menyikapi dan menempatkannya sesuai fungsi serta manfaatnya. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang menimbulkan dampak buruk dari setiap perkembangan.

DEMIKIANLAH, artikel kali ini mengenai Dampak Positif dan Negatif Internet bagi Anak, Pelajar dan Remaja. Semoga bisa menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran anda mengenai hal diatas.

Rekomendasi Artikel :
Referensi Tambahan :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel