7 Istilah dalam Keuangan (Finansial): Penting namun Sering Diabaikan Para Pebisnis

Istilah istilah dalam keuangan

Istilah dalam Keuangan - Pengertian Manajemen Keuangan adalah ilmu dan seni yang merencanakan, mengatur, mengelola serta mengendalikan semua hal yang berhubungan dengan pendanaan suatu usaha / perusahaan.

Bagi seorang wirausaha, istilah keuangan dalam perusahaan ini sejatinya dianjurkan untuk diketahui dan dipahami oleh mereka, mengingat perihal harta / aset merupakan satu kesatuan penting dalam perjalanan usaha.

Keuangan merupakan suatu istilah yang bukan hanya harus diketahui oleh mereka yang bekerja di bank atau perbankan saja, tapi juga masyarakat awam seperti kita.

Meskipun istilah dalam laporan keuangan dititikberatkan kepada mereka yang berprofesi di lembaga keuangan seperti Akuntan, Bendahara, Penjurnalan, Laporan Jual beli dan sebagainya.
Nah, jika kamu adalah seorang Pemilik usaha / bisnis. Istilah keuangan merupakan hal yang vital dan punya pengaruh besar. Berikut ini adalah Istilah dalam Finansial yang harus diketahui oleh Wirausaha ataupun yang ingin terjun.

1. Bunga Tabungan

Bunga tabungan umumnya sering dijumpai pada dunia perbankan. Pengertian bunga tabungan adalah sejumlah dana yang telah didepositokan oleh nasabah. Deposito sendiri merupakan produk milik bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan ke masyarakat.

Jadi begini, misalnya anda adalah pengguna kartu kredit, dan pada lembaran tagihannya akan terdapat bunga tabungan. Nah, bunga tersebut adalah tanggungan yang akan diminta pertanggung-jawaban jika anda telat menyicil.
Anda memang akan sering mendengar istilah ini, baik itu di masa sekolah, kuliah maupun di kehidupan sehari-hari, tapi hanya sedikit yang tahu Pengertian dan maksudnya.

2. Kekayaan Bersih

Kekayaan bersih adalah harta yang dimiliki oleh seseorang. Rumus perhitungannya yaitu Jumlah harta bersih dikurangi jumlah hutang / beban. Jika total kekayaan dihitung secara keseluruhan (hutang tidak dikurangi), maka itu belum termasuk kekayaan atau aset bersih.

Aset sendiri merupakan kekayaan seperti tabungan uang, mobil, rumah, tanah, reksadana dan sejenisnya. Sedangkan utang / beban adalah biaya tanggungan yang harus ditutupi oleh pemiliknya.
Nah, jika anda mendapati seseorang yang terlihat kaya raya dalam segi harta, serta memaparkan kekayaan bersihnya, biasanya hanya terdengar sedikit dari yang terlihat. Itu karena jumlah yang disebutkan telah dikurangi dari sekeluruhan hutang yang ia dimiliki.

3. Alokasi Aset

Yang dimaksut dengan alokasi aset adalah tempat dimana aset atau kekayaan akan dialokasikan atau ditempatkan. Secara umum, wadah untuk mengalokasikan aset tersebut terbagi 3, yakni :

  • Oblogasi : Istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang.
  • Saham : Satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.
  • Tunai : Dalam bentuk fisik satuan keuangan itu sendiri
Baca juga : 15 Cara menjadi Kaya Raya di Usia 40 Tahun

Nah, setiap wadah-wadah tersebut mempunyai risikonya masing-masing. Untuk itu, bagi anda pemilik aset harus menempatkan keuangan atau harta secara tepat. Misalnya menentukan saham apa yang cocok untuk jangka panjang, dan deposito dalam jangka pendek.

4. Capital Gains

Istilah dalam dunia keuangan

Pengertian Capital Gains adalah laba atau keuntungan yang didapatkan dari investasi dalam surat-surat berharga atau efek, misalnya seperti obligasi, saham dan dalam bidang properti-properti.

Nilai dari keuntungan tersebut melebihi harga pembelian. Dimana selisih harga jual jauh lebih tinggi dari harga beli dari luar, maka akan jadi keuntungan finansial bagi investor tersebut.

5. Portofolio Rebalancing

Dilihat dari kata dasarnya, balance berarti seimbang, dan rebalancing artinya adalah mengembalikan porsi untuk portofolio saham dan juga obligasi.

Jika target mengelola portofolio saham sebesar 60% untuk saham, maka sebesar 10% untuk obligasi. Sisanya, 20% lagi untuk uang tunai.
Saat pasar menunjukkan keadaan yang mulai tidak stabil, saham akan menurun dan tidak mencapai 60% harus dilakukan rebalancing. Caranya yaitu dengan menambah jumlah dana pada pengelolaan saham.

6. Asuransi Term-Life

Ssperti yang kita tahu, bahwa asuransi merupakan perlindungan untuk diri kita sendiri. Dalam dunia asuransi, ada istilah Asuransi Term-Life, yang artinya suatu kondisi term dalam jangka waktu perlindungan hingga 30 tahun.

Baca juga : Pengertian Perusahaan Asuransi, Jenis dan Manfaatnya

Jika pemilik atau pemakai asuransi meninggal dunia sebelum habis jangka term, maka ahli waris bisa melakukan klaim. Jika tidak, maka ahli waris tidak mendapatkan apa-apa. Perlindungan ulang juga bisa dilakukan saat jangka waktu telah habis tanpa penalty.

7. Payung Asuransi

Masih ada istilah dalam dunia asuransi yang lain dan jarang kita dengar, yakni Payung Asuransi. Pengertian Payung Asuransi merupakan suatu jenis asuransi yang melindungi aset milik kita. 

Perlindungan tersebut termasuk aksi-aksi kriminal seperti pencurian misalnya. Asuransi memang sangat banyak jenisnya, mulai dari asuransi hidup, pendidikan, barang dan sebagainya. 

Silahkan baca : Pentingnya Asuransi Perjalanan

Nah, itulah tadi 7 Jenis / Istilah dalam Keuangan yang jarang diketahui oleh para Wirausahawan maupun orang-orang awam. Semoga bisa menambah wawasan kita tentang Istilah dalam Keuangan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel