Pengertian Money Politics (Politik Uang) dan Faktor Penyebabnya

Pengertian Money Politics (Politik Uang) dan Faktor Penyebabnya di Masyarakat

Sebelumnya saya telah menguraikan tentang Pengertian Black Campaign beserta faktor penyebab terjadinya Black Campaign. Dan pada kesempatan ini, kita beralih ke Money Politics (Politik Uang) dan Faktor Penyebabnya. Apa itu Politik Uang? Pernahkah kamu mendengarnya? Atau bahkan ikut serta didalamnya?

Pengertian Politik Uang (Money Politics)

Politik Uang adalah suatu tindakan tidak terpuji sebelum pemilu dengan memberikan janji berupa penyuapan dalam bentuk uang, sembako (beras, minyak, gula) kepada masyarakat tertentu, untuk menarik suara agar memilih kandidat yang disarankan.

Pelakunya datang dari pihak suatu parpol atau kandidat, yang mengupayakan masyarakat untuk menggunakan hak suara sesuai dengan kehendak pelaku tadi. Akibatnya, masyarakat akan merasa harus mempertimbangkan kembali menyangkut kebebasan dalam memilih sebagai bentuk dari Demokrasi.

Faktor Penyebab terjadinya Politik Uang di Masyarakat

Pada hakikatnya, Politik Uang dan Kampanye Hitam adalah dua hal yang selalu muncul berdampingan sebelum ataupun saat musim Pemilu. Sepertinya mereka memang dua sejoli yang sulit dipisah. Untuk itu, berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Money Politics :

1. Kecerdasan Masyarakat yang masih dipertanyakan

Tidak semua orang punya kesempatan untuk mengenyam masa sekolah, Orang-orang di dalam masyarakat masih sangat banyak yang jauh dari pendidikan formal dan pembentukan karakter, sebut saja mereka yang menetap di daerah-daerah terpencil, pelosok, kampung-kampung di tepi hutan, yang pastinya jauh dari hiruk-piruk teknologi.

Jika ada kandidat atau parpol yang melakukan blusukan dan melancarkan Politik Uang, mereka yang tinggal di sana akan dengan sangat mudah untuk percaya dan menerima segala macam jenis pemberian, dengan maksut merebut hak suara. Mungkin mereka akan berpikir:

"Wah, bapak ini baik sekali, telah memberi kami ini itu secara gratis, dan hanya meminta kami untuk memilih dia saat pilkada/pemilu nanti.".

Padahal calon yang melakukannya tidak mereka kenal dan baru sekali itu dia menginjakkan kaki ke daerah tersebut.

2. Kemiskinan/Kurangnya Kesejahteraan

Hakikatnya memang seperti itu. Siapapun yang merasa hidupnya serba kekurangan, atau ada kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi karena kendala ekonomi yang buruk, pastinya akan gampang dirayu dengan embel-embel Uang. Mereka akan dengan mudah menjual hak pilih ke calon yang menyuapnya, walaupun jumlah yang diberi tidak seberapa. (Misalkan saja Rp. 50-100 ribu).

Berbeda dengan mereka yang serba berkecukupan, mungkin mereka akan berpikir : "Saya tidak akan menjual hak pilih hanya karena uang, lagian saya juga punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup". Makanya golongan ini sangat susah untuk disuap.

3. Pertarungan Calon/Kandidat sebelum Pemilu

Perang dingin antar parpol dan calon merupakan hal yang lumrah sebelum pemilu. Pasalnya, siapa yang hebat dan sukses mendapatkan hati masyarakat, dia lah yang akan berkuasa. Makanya, terkadang cara apapun dilakukan untuk mewujudkan ini, termasuk praktek Black Campaign dan Money Politics. Jika calon A menggencarkan serangan secara optimal, tentu saja calon B tidak akan tinggal diam. Begitulah seterusnya.

4. Bobroknya Moralitas Kandidat

Sebenarnya, semua berpusat pada Moral. Jika dia berakhlak mulia, tentu akan menghindari kampanye semacam ini. Dia hanya akan mengharapkan suara murni dari pemilih. Namun bagi yang haus kekuasaan dan kerakusan jabatan, mereka-lah yang menimbulkan kampanye-kampanye buruk semacam ini.

5. Bobroknya Moralitas Pemilih itu sendiri

Selebih dari moral kandidat yang buruk, pastinya berbarengan juga dengan moral si calon pemilih. Umumnya hal ini menyangkut pada poin 1 dan 2. Semua dilandaskan kepada moral dan ketidakpedulian, yang penting ada kemasukan, suara bisa sebebasnya untuk dijual.

Kesimpulan

Sebagai individu yang tingkat Nasionalisme dan Patriotisme nya tinggi, seharusnya kita mampu mengendalikan diri dan meyakinkan orang di sekeliling untuk menjauhi kampanye negatif seperti ini. Kita harus sadar dan mampu menyadarkan orang lain betapa pentingnya 1 suara dalam pemilu untuk kemajuan bangsa.

Jangan mudah tergiur dengan banyaknya janji bauran yang bahkan tidak masuk akal. Jadilah pemilih yang cerdas dengan menerapkan Azas Pemilu yaitu LUBR JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia serta Jujur dan Adil) untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu bertanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diemban sebagai wakil rakyat.

Baca juga : Pengertian Black Campaign (Kampanye Hitam).

Demikianlah, mengenai Pengertian Money Politics (Politik Uang) dan Faktor Penyebabnya, Terima Kasih.

4 Responses to "Pengertian Money Politics (Politik Uang) dan Faktor Penyebabnya"

  1. Sedih yaa, itulah moral kita pemilih dan yang memilih, tambahan lagi kemiskinan yang menstimulus depresiasi moral...kandas di politik uang

    Thank you for sharing

    ReplyDelete
  2. Hakikatnya seorang pemimpin itu harus punya kualiti yang lebih baik. Tapi di zaman sekarang, semuanya memilih wang dan kepentingan sendiri.

    ReplyDelete
  3. so sad.... pemilih kita memang masih lemah: SDM dan kesejahteraannya.
    artikelnya informatif dan bermanfaat

    ReplyDelete
  4. JUSTRU DENGAN MARAKNYA MONEY POLITIC, BLOG SAYA MAKIN MAJU DAN MERAJA RELA....kan lumayan money politic nya bisa buat beli kuota ngblog....hehe

    ReplyDelete

Buruan! KLIK DISINI untuk mendapatkan Sajian Renyah dan Menarik dari Rapikan.Com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel