6 Strategi Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil

Ada beberapa Strategi Ampuh tentang Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil. Banyak bisnis kecil tidak memiliki rencana keuangan penuh. Salah satu penyebabnya adalah karena menganggap kategori bisnisnya relatif kecil.

Ilmu dan strategi bisnis lengkap untuk pemula

Padahal faktanya, rencana keuangan yang lengkap sangat penting untuk pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang pada bisnis Anda.

6 Strategi Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil

Sebuah survei yang dilakukan di kota Palo Alto menemukan bahwa para pengusaha kecil/besar yang mementingkan perencanaan bisnis yang lengkap, 2 kali lipat lebih berhasil dalam
mengembangkan bisnis mereka dibanding mereka yang tidak memiliki rencana atau menganggap hal itu tidak terlalu diperlukan.

Pada artikel ini, saya akan mencoba membagikan beberapa tips / panduan dalam merencanakan keuangan pada bisnis kecil yang patut dipraktekkan.

1. Rencana Perkiraan Penjualan

Anda harus memiliki perkiraan pendapatan dari penjualan Anda untuk setiap skala, untuk Mengidentifikasi segala hal dalam siklus penjualan akan membantu untuk lebih memahami bisnis  serta merencanakan inisiatif pemasaran dan strategi pertumbuhan pasar.

Bagi bisnis kategori musiman, hal ini dapat membantu untuk meningkatkan penjualan dan menjadikannya sebagai  usaha jangka panjang.

Baca juga : Cara membuat Perencanaan Bisnis yang Super Mantap

Sementara, bisnis lain mungkin menjadi lebih siap dengan memahami seluruh korelasi dan kemungkinan kemerosotan dalam bisnis karena faktor-faktor seperti cuaca, keadaan alam atau keadaan ekonomi.

Peramalan penjualan juga merupakan fondasi untuk menetapkan target pertumbuhan perusahaan. Misalnya, meningkatkan penjualan hingga 10 persen setiap periode  dari periode sebelumnya.

2. Rencana Pengeluaran Penjualan

Rencana pengeluaran disini mencakup pengeluaran rutin, biaya mendesak, biaya tak terduga, biaya masa depan yang diharapkan dan biaya terkait.

Biaya rutin adalah biaya yang sedang berlangsung saat ini dalam bisnis Anda. Dalam artian, biaya ini akan selalu beejalan selama bisnis anda masih ada.

 Biaya rutin ini termasuk biaya operasional seperti sewa, utilitas, kebutuhan wajib harian dan penggajian. Biaya rutin berhubungan dengan aktivitas bisnis standar yang terjadi setiap tahun, seperti kehadiran konferensi, belanja iklan dan pemasaran, atau pesta ulang tahun perusahaan maupun biaya rencana hari lebaran.

Daftar lengkap pengeluaran rutin akan memudahkan Anda dalam membedakan biaya pokok dari pengeluaran yang dapat dikurangi, atau bahkam dihilangkan jika perlu.

Pengeluaran masa depan yang diharapkan adalah biaya masa depan yang disadari, seperti kenaikan tarif pajak, peningkatan upah minimum atau kebutuhan pemeliharaan rutin.

Umumnya, anggaran juga harus dialokasikan untuk biaya tak terduga di masa depan seperti kerusakan besar, bencana alam dan perubahan besar pada perusahaan.

Merencanakan pengeluaran masa depan akan membantu untuk memastikan bisnis Anda sudah siap secara finansial melalui pengurangan anggaran, peningkatan penjualan atau bantuan keuangan.

Baca juga : Cara Jitu Mempertahankan Kepercayaan Pelanggan

Biaya terkait adalah perkiraan biaya dari berbagai inisiatif, seperti biaya untuk memperoleh dan melatih karyawan baru, membuka toko baru, atau memperluas pengiriman ke wilayah baru.

Perkiraan biaya terkait yang akurat akan membantu mengelola pertumbuhan dengan baik tanpa melampaui biaya yang ada.

Seperti halnya biaya masa depan yang diharapkan, memahami berapa banyak modal yang diperlukan untuk mencapai berbagai sasaran pertumbuhan, akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat tentang opsi pembiayaan.

3. Pernyataan Posisi Keuangan (Aset & Liabilitas)

Aset dan liabilitas adalah dasar dari neraca keuangan bisnis dan faktor penentu utama dari kekayaan bersih anda.

Melacak kedua poij ini akan memastikan Anda memaksimalkan nilai potensial bisnis. Usaha kecil teekadang meremehkan aset mereka, seperti mesin, properti atau inventaris, dan gagal untuk benar-benar memperhitungkan tagihan yang yang besar.

Neraca atau posisi keuangan anda, menawarkan pandangan yang lebih lengkap tentang kelanjutan bisnis daripada laporan untung dan rugi maupun laporan arus kas.

Pernyataan untung dan rugi menunjukkan bagaimana bisnis berjalam selama periode waktu yang ditentukan, sementara neraca menunjukkan posisi keuangan bisnis pada hari tertentu.

4. Proyeksi Arus Kas

Tidak jauh berbeda engan memproyeksikan pengeluaran Anda, seorang pemilik bisnis yang cerdas harus mampu memprediksi arus kas secara bulanan, triwulanan, dan tahunan.

Memproyeksikan arus kas selama setahun penuh memungkinkan Anda untuk maju dari setiap perjuangan keuangan atau tantangan.

Ini juga dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah arus kas sebelum berdampak negatif terhadap bisnis Anda sendiri.

Anda dapat menetapkan persyaratan pembayaran yang paling sesuai, seperti berapa banyaknya biaya yang akan dibayarkan di muka atau berapa hari setelah faktur, Anda bisa mengharapkan pembayaran.

Proyeksi arus kas akan memberi gambaran jelas tentang berapa kas yang akan tersisa pada akhir setiap bulan, juga memungkinkan untuk merencanakan ekspetasi ekspansi atau investasi lain.

Hal ini juga memungkinkan penganggaran yang unggul, seperti menghabiskan kurang satu bulan untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai pada beriode yang lain.

5. Analisis Biaya Tetap

Bagian ini menganalisis biaya tetap relatif terhadap laba yang diperoleh oleh setiap unit tambahan yang Anda hasilkan dan jual.

Ini berguna untuk memahami pendapatan dan biaya potensial bisnis Anda dengan laba ekspansi atau pertumbuhan output Anda.

Setelah pengeluaran telah sepenuhnya disempurnakan, seperti yang dijelaskan di atas, akan membuat analisis lebih akurat dan berguna. Analisis ini adalah cara terbaik untuk menentukan harga jual
Anda.

Harga yang sesuai untuk produk dan layanan Anda dapat meningkatkan laba lebih cepat daripada meningkatkan lebih konsisten dalam mengeluarkan output.

Analisis ini juga berfungsi memberi tahu Anda berapa banyak unit yang harus terjual di berbagai titik harga untuk menutupi biaya. Anda harus menetapkan harga yang memberi margin yang nyaman atas pengeluaran, namun tetap kompetitif.

6. Rencana Pengoperasian

6 Strategi Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil

Untuk menjalankan bisnis se-efisien mungkin, buatlah ikhtisar rinci tentang kebutuhan operasional Anda.

Memahami peran apa yang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis pada berbagai volume output, berapa banyak output atau pekerjaan yang dapat ditangani oleh setiap karyawan dan biaya setiap tahap rantai pasokan Anda :

Akan memungkinkan untuk membuat keputusan berdasarkan informasi untuk pertumbuhan dan efisiensi bisnis.

Sangat penting untuk mengontrol pengeluaran secara ketat, seperti penggajian atau rantai pasokan yang relatif terhadap pertumbuhan.

Sebuah rencana operasi juga akan memudahkan untuk menentukan apakah ada ruang demi mengoptimalkan operasi atau rantai pasokan melalui otomatisasi, teknologi baru atau vendor rantai suplai yang unggul.

Baca juga :
Inilah 3 Elemen Penting dalam Bisnis UKM
Inilah 3 MITOS yang Menghalang Anda untuk Memulai Bisnis

DEMIKIANLAH Artikel mengenai 6 strategi perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil, agar mempermudah dalam urusan keuangan bisnis.



2 Responses to "6 Strategi Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Kecil"

  1. Nah, ini nih strategi perencanaan keuangan untuk bisnis skala kecil diulas dengan detil.
    Memudahkan mengatur dan mengelola jalur keuangan agar terkontrol dengan baik, tidak salah penggunaan.

    Artikel bagus, mas Wiki 👍

    ReplyDelete

Buruan! KLIK DISINI untuk mendapatkan Sajian Renyah dan Menarik dari Rapikan.Com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel